Masjid Agung, Makam Bonang & Aloon-Aloon, Jadi Satu

| |

Kawasan Makam Sunan Bonang diusulkan menjadi kesatuan dengan masjid Agung dan Aloon-aloon. Hal ini mengingat kawasan ini bukan hanya jadi tujuan wisata religi tetapi bisa berkembang menjadi tujuan wisata kota dan hiburan bagi warga Tuban dan luar daerah.
Penataan ini memang butuh perencanaan yang matang, butuh desain yang bisa menyatukan tiga obyek dan bisa saling mendukung agar dalam perkembangannya tidak semrawut dan cenderung mengarah jadi kumuh.
“Kalau Masjid Agung bisa menyatu dengan Makam Sunan Bonang yang berada di belakangnya akan terasa lapang dan kenyamanan peziarah akan terjamin,” kata Ketua proyek pemugaran Makam Sunan Bonang, H. Hamdani yang juga ketua Yayasan Mubarot Sunan Bonang.
Selama ini kawasan makam dan masjid seperti ada tarik ulur dengan pemerintah kabupaten dan akhirnya Sunan Bonang seperti terisolir di antara Masjid Agung dan perkampungan Kuto Rejo yang kini banyak berdiri toko baju dan souvenir yang sangat padat.
Selama ini antara Yayasan Mubarot Sunan Bonang dan Pemerintah Kabupaten tarik ulur bahkan saling menuntut ke pengadilan, sehingga sampai saat ini tempat ibadah dan makam ini berdiri sendiri-sendiri. “Padahal kalau pintu belakang Masjid Agung dibuka, maka antara Makam dan Masjid bisa jadi kesatuan,” ujar Hamdani.
Hamdani juga mengusulkan bila ingin dua obyek wisata relegi ini ingin lebih terbuka dan indah, pemerintah kabupaten bisa memindahkan Kantor Pos Tuban ke tempat lain. Di sini bisa dibangun tempat parkir atau tempat istirahat para peziarah yang berasal dari Jawa atau luar Jawa.
Calon ‘Perdana Menteri’ (wakil bupati terpilih) Tuban, Noor Nahar Husein, kepada kotatuban.com, mengatakan dalam janji kampanye HUDANOOR sebulan lalu pihaknya mengatakan akan membenahi Aloon-aloon menjadi Pasar Rakyat. Sekalian nantinya dalam merancang kawasan di sini akan menyatukan antara Makam Sunan Bonang, Masjid Agung dan Aloon-aloon.
“Kami akan mendesain tiga kawasan ini menjadi kesatuan yang bisa saling mendukung sehingga akan menjadi tiga obyek wisata kota sekaligus wisata relegi yang nyaman dikunjungi. Tertib, aman dan bersih,” ujar Noor Nahar sambil menunjuk kawasan kantor kabupaten yang ada sekarang ini juga harus terkesan familiar bagi rakyatnya.
Khusus untuk pasar rakyat, nantinya pedagang kaki lima (PKL) akan ditata yang indah, dengan tenda-tenda yang menarik. Kelompok-kelompok dagangan dan pelayanannya juga harus tertib. Kemungkinan kawasan ini juga bebas dari kendaraan yang lewat dan hanya diperuntukkan orang jalan-jalan.(as)
sumber : kotatuban.com

Posted by HudaNoor on 15.22. Filed under , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

1 komentar for "Masjid Agung, Makam Bonang & Aloon-Aloon, Jadi Satu"

  1. Pakkkk........Saya sangat senag jika itu bisa terwujud.....Kereeenn pak..!!!!

Leave a reply