SELAMAT DATANG PEMIMPINKU

| |

Oleh: Didik Purwanto – Wakil Sekretaris PCNU Tuban
(Magister Ilmu Administrasi Publik)        

Setiap Pemimpin ada masanya dan setiap masa  ada Pemimpinnya.Ungkapan tersebut sering terdengar dipelosok-pelosok surau,  dibalik dinding-dinding majelis taklim,pengajian rutin tahlilan dan yasinan.Semua persoalan kehidupan diungkap dengan gaya sederhana oleh para kyai-kyai desa dengan sopan dan santun dalam membedah setiap pasal demi pasal yang mereka buka dari kitab-kitab kuning peninggalan para guru-guru besar yang sangat diyakini kebenarannya.
          Berangkat dari kehadiran pemimpin  yang didambakan oleh masyarakat,ada contoh seorang pemuda bernama Zulqarnain, atau ditulis Zulkarnain yang berarti bertanduk dua.Zulkarnain adalah sebuah gelar yang mengacu pada hewan sapi yang mempunyai alat beladiri berupa tanduk.se dangkan nama aslinya adalah Iskandar,atau dalam ungkapan barat bernama Alexander.Kisah keberhasilannya menyatukan dunia barat dan timur dimuat dalam Al Qur’an surat Al Kahfi atau surat ke 18.
          Zulkarnain,Alexander the Great,Alexander Agung yang hidup 356 – 326 sebelum masehi,salah seorang maharaja Macedonia,Yunani Kuno.Ayahandanya Raja Philip putra Amytas II.Pada usia 13 tahun ,selama dua tahun berguru kepada Aristoteles (384 – 326  SM),seorang filosof kenamaan dan dikenal hingga kini.Setelah itu diangkat sebagai Putra mahkota.Hanya empat tahun magang pada usia 19 tahun sudah dilantik sebagai Raja (336 SM).Kisah Zukarnaen melegenda di dunia dan selalu dikaitkan dengan kebesaran kekuasaan dan kebijaksanaan.Iskandar Zulkarnain memang pribadi yang bisa dijadikan uswah (contoh) bagi umat manusia.Usianya yang muda dengan kekuasaan yang besar dan bekal ilmu yang cukup,mendukung ambisinya yang kuat untuk mengembangkan keluhuran nilai kemanusiaan.Dalam masa pemerintahannya yang hanya sepuluh tahun,Iskandar mengembangkan daerah kekuasaan dari barat (pantai samudera Atlantik) Sampai ke timur (tepi samudera Pasifik).
          Kendati menaklukkan negara lain,Zulkarnain tidak serta merta menghancurkannya sebagaimana umumnya bangsa penjajah.Tapi dia malah menjalin kerjasama untuk memperbaikinya. Alkisah saat berhasil mengalahkan Raja Persia Darius III (331 SM),Iskandar Zulkarnain tidak menghan curkan peradaban Persia (iran sekarang).Ia bahkan menggunakan politik Akulturasi,yaitu memper temukan budaya barat dan timur.Bersama itu menyampaikan pesan agar masyarakat  hanya menyembah Tuhan Yang Maha Esa.Di Persia dia mengawini putri raja Darius III, dan mengambil banyak pengawal dari tentara asli Persia.
          Sukses Alexander dalam masa kerja 10 tahun ini,terbukti periode ideal setiap pemimpin menduduki kursi kekuasaannya.Rasullulah SAW sendiri masa efektif kerasulannya di madinah ternyata juga sepuluh tahun.Kursi Presiden RI juga sepuluh tahun,Presiden AS juga diberi kesempatan hanya dua kali masa jabatan.Menjadi pemimpin,Presiden,Gubernur,Bupati,Walikota yang melebihi 10 tahun atau dua periode malah akan menimbukan ketidakbaikan (mafsadah) bagi masyarakatnya.Bahkan kekuasaan yang terlalu lama cenderung korup dan otoriter.


INDAHNYA   DEMOKRASI
          Andaikata setiap pemimpin di wilayah Republik Indonesia mampu mencontoh Alexander Agung yang mampu menyatukan kekuasaan dengan tanpa ingin melanggengkan kekuasaannya, maka alangkah indahnya demokrasi ini.Rotasi dan kaderisasi kepemimpinan bisa berjalan sesuai dengan regulasi dan keinginan masyarakat.Dari sini juga membuktikan bahwa budaya luhur tiap bangsa bersifat universal,tidak mengenal batas wilayah dan tenggang waktu.Serta masyarakat (baca rakyat) sangat berdaulat dalam memilih pemimpinnya.Regulasi yang jelas memang sangat dibutuhkan oleh negara kita dalam pemilihan kepala daerah (baca Bupati),karena Undang-undang yang Multitafsir menjadikan masyarakat dibuat bingung karenanya.Kedepan sudah saatnya ada revisi-revisi yang jelas dalam pembuatan Undang-undang Pemilukada.
          Demokrasi memang membutuhkan pengorbanan yang besar,baik tenaga,pikiran,perasaan,har ta benda,maupun nyawa dipertaruhkan guna mencapai sebuah harapan yang dicita – citakan.Lalu sampai dimanakah demokrasi bermuara? Jawabannya ada pada masyarakat  yang berdaulat.Masya rakatlah yang mempunyai kedaulatan,baik dalam memilih pemimpin maupun dalam menentukan sebuah keputusan politik.
          Kabupaten Tuban dengan 20 kecamatan dan terdiri atas 328 desa/kelurahan, membuktikan sebagai Kabupaten yang mampu menjadi contoh berlangsungnya pesta demokrasi yang aman,tertib,terkendali dan sukses.Semua ini berjalan karena kesadaran masyarakat kabupaten Tuban dalam menentukan pilihan yang terbaik bagi daerahnya.Terlepas dari banyaknya calon yang maju dalam Pilkada,hasil final dari Pilkada Tuban mampu menjungkirbalikkan asumsi yang selama ini berkembang,bahwa pilkada Tuban rawan konflik dan cenderung berakhir anarkhis.
          Asumsi tersebut sah-sah saja sebagai bentuk kesiap-siagaan,utamanya aparat keamanan.Mengingat Pilkada 2006 berakhir dengan kerusuhan massa, karena dipicu dengan tidak dikeluarkannya DPT oleh KPUD.Namun dalam Pilkada 2011 hasil akhirnya, masyarakatlah yang menang,demokrasi memang indah manakala kita dewasa dalam menerapkannya.Tidak ada intrik-intrik kotor,semua berjalan dengan tatanan yang telah diatur mekanismenya oleh penyelenggara Pilkada (KPUD TUBAN) serta pengamanan yang superketat oleh Kepolisian Negara.Dan yang membanggakan ternyata masyarakat  Kabupaten Tuban mampu memilih pemimpinnya, walaupun mereka ada yang tinggal di lereng-lereng pegunungan kendeng, dan di  daerah pesisir utara pulau jawa.Ini bukti bahwa masyarakat Kabupaten Tuban sudah dewasa dalam berdemokrasi,tidak mudah diombang ambingkan dengan berbagai tekanan,baik tekanan yang bersifat masif dan terstruktur yang dilakukan oleh birokrasi lokal,maupun oleh propaganda murahan dari para petualang – petualang politik (0portunis).
          Masyarakat Kabupaten Tuban menaruh hormat kepada para calon Bupati dan Wabup Tuban yang kalah dalam Pilkada tahun 2011,mereka dengan jiwa besar mendatangi H.Fathul Huda dan memberikan ucapan selamat atas kemenangannya.Demikian juga H.Fathul Huda menyambutnya dengan santun dan penuh kekeluargaan. Alangkah indahnya Demokrasi ini manakala semua berakhir dengan heppy ending.
        Pembelajaran politik yang demikian indah dari para pemimpin inilah yang harus terus dikede  pankan dan ditumbuhkembangkan sebagai pembelajaran politik yang bermoral dan beretika.sehingga masyarakat mampu mencontoh sikap dan perilaku politik dari pemimpinnya. Pen dek kata yang menang tidak bertepuk dada dan yang kalah tidak merasa hilang kehormatannya.
 SECERCAH HARAPAN 
          Munculnya pemimpin dalam sebuah peradapan manusia,tentunya membawa dampak pada rasa keinginan masyarakat untuk berubah.Tak terkecuali masyarakat kabupaten Tuban.Baik berubah dalam sekala mikro maupun makro.Dan perubahan itu dapat terjadi apabila didasari oleh: Kemauan dan tekat masyarakat (niat), serta politikal will pemimpin tersebut.Kalau salah satu saja dari komponen itu tidak sinergis maka akan timbul resisten(hambatan).
          Namun angin perubahan sangat kencang di bumi Ronggolawe ini,terbukti hasil pilkada yang menembus angka 55,18 % atas kemenangan pasangan HUDANOOR, membuktikan bahwa masyarakat Tuban menginginkan perubahan.Nah keinginan berubah ini harus ditangkap dengan arif dan bijaksana oleh pasangan HUDANOOR guna membuka harapan bagi masyarakat Tuban.Harapan masyarakat Tuban sebenarnya sangat sederhana,mereka menginginkan sejahtera lahir dan batin.Kalaupun selama ini mereka sudah disejahterakan oleh Bupati Tuban Heany Relawati dengan sarana infrastruktur berupa jalan yang mulus,gedung-gedung pemerintahan dan sekolah yang megah,namun masyarakat masih membutuhkan kesejahteraan yang riil (nyata) berupa mudah mencari lapangan pekerjaan di daerahnya sendiri,kalaupun sakit dijamin kesehatannya, dan dimudahkan dalam proses pendidikan bagi anak-anak bangsa(pendidikan murah).
          Keinginan masyarakat tersebut tentunya merupakan tantangan yang harus dilaksanakan oleh pasangan HUDANOOR dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.Untuk mewujudkan Tujuan tersebut,tentunya diperlukan perangkat – perangkat pendukung seperti Peraturan Daerah (Perda). Keberadaan Perda sangat dibutuhkan sebagai Payung Hukum dalam pelaksanaan semua aktivitas pembangunan Kabupaten Tuban.Selain juga Undang –Undang,Peraturan Pemerintah dan segala Produk Hukum yang mengikat dalam implementasi seluruh kebijakan pemerintah Kabupaten Tuban.
          Harapan ini ada dipundak pemimpin Tuban,H.Fathul Huda dan H.Noor Nahar Hussein,dengan latar belakang yang saling melengkapi, dua pemimpin ini menjadi tumpuan hampir sejuta penduduk kabupaten Tuban.Tidak sekedar menjadi Bupati dan Wakil Bupati Tuban namun keberadaan beliau diharapkan mampu menjadi simbol sekaligus icon perubahan.Dan ini perlu kerja keras pemimpin Tuban yang didukung oleh Aparatur birokrasi yang Profesional, bersih, jujur,loyal,berdedikasi tinggi terhadap pekerjaannya.Selain itu birokrasi tidak boleh terkontaminasi oleh budaya korupsi,kolusi,nepotisme,serta tidak dalam posisi sebagai corong partai politik tertentu.Semua itu penting guna menjaga kewibawaan pemerintah,sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.
          Akhirnya dengan perasaan terbuka mari kita sambut kedatangan Pasangan HUDANOOR sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tuban periode 2011 – 2016  sebagai pemimpin rakyat,pemimpin para PKL,tukang becak,tukang kayu,tukang  batu,petani,nelayan,pedagang,sopir,montir,seniman, budayawan,olahragawan,guru-guru TPQ, dan seluruh kawulo alit menantikan kiprah perjuangan dua pemimpin Tuban ini dalam palagan pengabdian yang akan banyak menguras pikiran,tenaga dan pengorbanan.Semoga Kabupaten Tuban semakin bersinar. Selamat berjuang !

Posted by HudaNoor on 15.25. Filed under , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

4 komentar for "SELAMAT DATANG PEMIMPINKU"

  1. HOTEL INDONESIA PHRI BOJONEGORO

    SELAMAT DAN SEMOGA SUKSES

  2. SEMOGA BERJALAN SESUAI YANG DIHARAPKAN MASYARAKAT TUBAN

  3. abi_qafas@yahoo.co.id

    Semoga Tidak Diskriminasi.

  4. pemimpin adalah panutan.,dan jadilah panutan yg baik..pemimpin adalah panutan.,dan jadilah panutan yg baik..

Leave a reply