Perkenalkan Model Kepemimpinan Cair
Memasuki hari kedua bertugas kemarin (22/6). Bupati Tuban Fathul Huda dan Wabup Noor Nahar Hussein (Hudanoor) memanfaatkannya untuk bertatap muka dengan semua pimpinan satuan kerja (satker). Dalam pertemuan di gedung Korpri tersebut, Hudanoor mengupas model kepemimpinannya selama lima tahun mendatang.Huda menegaskan, dirinya bersama Noor Nahar tidak menerapkan model kepemimpinan angker. Menurut dia, model kepemimpinan angker tidak ubahnya seperti jenazah dengan malaikat. Huda berharap dengan kepemimpinan yang cair, tumbuh inovasi dan kreatifitas aparat pemerintah. Bukan sebaliknya. Karena dianggap kurang tegas, tumbuh kemalasan aparat. “ Jangan kaget kalau sewaktu-waktu, satu per satu pimpinan satker saya panggil di ruang kerja saya,” tandas ketua (nonaktif) PC NU Tuban ini. Menurut Huda, pemanggilan itu bertujuan untuk mendengarkan apa yang disampaikan pimpinan satker dan bukan mendengar apa yang disampaikan dirinya. Dia tidak ingin stafnya menerapkan asal bapak suka (ABS) dan ngatok atau mencari muka. “Ndumuk ndumuk (menunduk dengan hormat), namun di balik itu ngiwi-ngiwi (melecehkan),” tandas pria asal, Montong ini. Diingatkan juga bahwa posisi yang dijabat aparat pemerintahan adalah jabatan karir, bukan jabatan politis. Dalam arahannya kepada satker, Huda juga memberikan wejangan soal pentingnya pola komunikasi dan kepemimpinan. Dia lantas mencontohkan rencana salah satu perusahaan relasinya yang ingin memutus hubungan kerja dengan dirinya. Tapi, karena dia mampu menjalin komunikasi dengan baik, pemutusan itu dibatalkan. “Gaji saya sebulan dalam perusahaan relasi ini lebih banyak dari gaji saya selama lima tahun menjadi bupati,” ujar mantan direktur CV Antara ini.
dikutip dari Radar Bojonegoro
dikutip dari Radar Bojonegoro
Pemimpin yang baik adalah pemimpin yg lebih mementingkan rakyatnya. dan siap dikritik demi kemajuan semua